12 Days Around Western Europe

A Girl Who Solo Travels

Ini yang kali kedua, solo traveling ke negeri orang. Tapi ini yang pertama benar-benar untuk traveling. Setelah perjalanan ke UK dalam rangka training dan berakhir dengan debut solo traveling di autumn 2015, spring 2017 saya kembali nekat solo traveling. Kali ini tujuan saya adalah Eropa Barat.

Well, sebenarnya nggak 100% solo traveling juga sih. Ada 2 teman saya yang masing-masing berdomisili di Belanda dan Jerman. Mereka juga lah yang menjadi salah satu alasan kenapa saya ngebet menginjakkan kaki di daratan Eropa. Bilangnya sih niat jenguk mereka, padahal mah ya emang pengen jalan-jalan aja, hehe.

Why Travel Solo?

Kembali ke alasan sejati kenapa saya mau jalan-jalan sendirian. Pertama, memang udah lama nggak jalan-jalan. Niat trip ini muncul di tengah kekesalan saya ketinggalan kereta untuk liburan ke Banyuwangi. Tiba-tiba promo tiket murah ke Eropa menghampiri di depan mata dan, voila!, jadi jugalah saya beli setelah 2 bulan galau. Kedua, nggak ada teman yang jadwalnya pas (kendala umum pekerja kantor, haha). Ketiga, ini alasan yang hakiki, nampaknya saya ketagihan (as I told previously, after my 1st trip to UK).

Yep, I never mind going alone. Pergi traveling sendiri bukan berarti kesepian. Pergi traveling sendiri bagi saya berarti kebebasan, tantangan, dan pelajaran.

Read More